Photobucket
Photobucket

Senin, 16 April 2012

Katchafire - Revival (2003)


Katchafire - Revival (2003) 
Tracks
01. Reggae Revival 
02. Get Away
 03. Who You With
 04. Colour Me Life 
05. Lose Your Power 
06. Collie Herb Man 
07. Sensimillia
08. Done Did It
 09. Seriously
10.Giddy Up
11. Bounce
12. Colour Me Dub 13. Reactor Dub 
14. Dub Me All Jelly

Download

Karukaya Makoto - System Of JAH (2005)

Karukaya Makoto - System Of JAH (2005)
Tracks
01. System Of Jah
02. Crime & Violence
03. Happy Song
04. Come Back
05. System Of Jah (Dub Version)
06. Crime & Violence (Dub Version)

Julian Marley - Lion In The Morning (1996)



Julian Marley - Lion In The Morning (1996)
Tracks
01. Loving Clear
02. Blossoming and Blooming
03. Lion in the Morning
04. Now You Know feat. Damian Marley
05. Babylon Cookie Jar
06. Same Old Story
07. Attack Back
08. Arm Your Soul
09. Ease These Pains
10. When the Sun Comes

Sejarah Musik Rocksteady


Rocksteady adalah genre musik yang berasal dari Jamaika sekitar  tahun 1966. Sebuah pengganti Ska, dan pelopor untuk Reggae, Rocksteady dimainkan oleh kelompok harmoni vokal Jamaika seperti The Gaylads, The Maytals dan The Paragons. Istilah rocksteady berasal dari gaya tarian yang disebutkan dalam lagu Alton ellis "Rock Steady". Tarian untuk Rocksteady kurang energik daripada tarian Ska sebelumnya. Hit rocksteady internasional pertama adalah "Hold Me Tight" (No. 5 di Inggris dan AS) dengan penyanyi soul Amerika “Johnny Nash” (1968).

Sebagai gaya musik populer, Rocksteady berumur pendek, dan ada hanya untuk sekitar dua tahun - musim panas 1966 sampai musim semi 1968. Sekitar waktu ini orang-orang muda dari pedesaan Jamaika telah membanjiri ghetto perkotaan Kingston - di lingkungan seperti Riverton City, Town dan Greenwich Trenchtown. Meskipun sebagian besar negara itu optimis dalam iklim pasca-kemerdekaan segera, pemuda ini dilanda kemiskinan. Banyak dari mereka menjadi nakal yang memancarkan gaya tertentu. Para pemuda ini dikenal sebagai RudeBoy.

Alton Ellis kadang-kadang dikatakan sebagai ayah dari rocksteady untuk hit-nya "Girl I've Got a Date", tapi kandidat lainnya untuk single rocksteady pertama "Take It Easy" oleh Hopeton Lewis, "Tougher Than Tough" oleh Derrick Morgan dan "hold them" oleh Roy Shirley. Dalam sebuah wawancara radio Jamaika, pianis Gladstone Anderson mengatakan bahwa pemimpin band Lynn Taitt adalah orang yang melambatkan beat ska pada tahun 1964 selama sesi rekaman "Take It Easy". Produser rekaman Duke Reid merilis Alton Ellis “Girl I've Got a Date "pada label nya Treasure Isle, serta rekaman oleh The Techniques, The Silvertones, The Jamaican dan The paragons. Reid bekerja dengan kelompok-kelompok ini membantu mendirikan suara vokal Rocksteady. artis solo terkenal termasuk Delroy Wilson, Ken Boothe dan Phyllis Dillon (dikenal sebagai "Queen of Rocksteady"). Lain musisi yang penting dalam menciptakan Rocksteady termasuk gitaris Lynn Taitt, pemain keyboard Jackie Mittoo, drummer Winston Grennan, bassis Jackie Jackson dan pemain saksofon Tommy McCook.



Alton Ellis
Meskipun berumur pendek, pengaruh Rocksteady cukup besar. Banyak seniman reggae dimulai pada rocksteady (dan / atau ska) - penyanyi paling umum reggae tumbuh dari kelompok rocksteady misalnya: Junior Byles berasal dari 'The Versatiles', John Holt 'The Paragons', baik Pat Kelly dan Slim Smith bernyanyi dengan ' The Techniques' (Pat Kelly bernyanyi di 'You Don't Care') dan Ronnie Davis dalam 'The Tennors' sementara Winston Jarrett berada di 'The Righteous Flames’. 'The Wailing Wailers' trio harmoni vokal yang berasal dari ska, melalui rocksteady (meskipun Bob Marley bekerja di sebuah pabrik perakitan mobil di Amerika untuk sebagian tahun 1967 - yang menjelaskan mengapa ada beberapa lagu rocksteady dari Wailers ') dan menjadi sebuah band reggae hanya dengan satu vokalis utama.

Karakteristik Rocksteady


Rocksteady menggunakan beberapa elemen suara RnB dan ska. Satu elemen ritme offbeat; dua atau tiga akord utama yang dimainkan oleh gitar, menciptakan suara yang jernih, bersemangat, dan biasanya bernada tinggi. Rocksteady lebih lambat dan lebih santai daripada ska. Snare drum memiliki peran penting dalam ketepatan waktu, ditandai dengan mengalahkan berat pada ketukan ketiga setiap bar ('one drop'). bass ini lebih berat dan lebih menonjol daripada di ska, dan garis bass menggantikan gaya berjalan dari ska yang lebih rusak, angka syncopated. Rocksteady mengurangi (tapi tidak menghilangkan) penggunaan alat tiup, melainkan, gitar listrik, bass, dan piano menjadi lebih menonjol. Gitar listrik memainkan melodi utama, juga meniru garis bass. Bass listrik adalah instrumen berirama utama, membantu menciptakan lebih penuh suara perkusi. Gitar dan piano mengintegrasikan aksen ke dalam musik.

Sejarah Musik Ska Di Indonesia

Di Indonesia sendiri gak ada catatan kapan dan siapa musisi kita yang awalnya memainkan musik Ska. Satu hal yang pasti, Sejak Tipe-X rajin ngisi pensi sana-sini dengan musik Ska-nya, musik ini seakan naik kasta menjadi musik industrial yang menjanjikan (Awalnya dianggap sebagai musik minoritas atau indie). Meski banyak musisi yang masih mengadopsi mentah-mentah musik ini, seperti Artificial Life dan sebagainya, gak sedikit pula band Ska kita yang melakukan improvisasi sana sini. Selain Tipe-X ada juga Noin Bullet dan Jun Fun Gung Foo yang meracik musik ini dengan sentuhan musik rock.

Beberapa info tentang Ska Indonesia. Album Ska pertama di indonesia : Band Waiting Room,tahun 1997, salah satu lagunya "ruang tunggu", masuk dikompilasi best alternative indonesia (tonggak musik alternatif) tahun 1998. memang sebelumnya sudah ada warna ska di album-album artis indonesia lawas di tahun 1980-an, sejaman dengan era 2tone dan new wave di inggris, seperti lagunya igor tamerland yang berjudul "enak skaly" dan pemalas.Era booming ska di Indonesia di akhir 90an baru benar2 terjadi setelah kemunculan lagu "genit" dari tipe-x,disusul Jun Fan Gung Foo "bruce lee", Noin Bullet "bebas", Purpose "Tiger Clan", Shaggydog "kecoak" dsb ada juga don lego

Perkembangan Musik Ska ( 1st Wave, 2sd Wive, 3rd Wave)

Sejarawan musik biasanya membagi sejarah ska menjadi tiga periode: scene Jamaika asli dari tahun 1960-an (1st wave), kebangkitan ska 2tone di Inggris akhir 1970-an (2nd Wave) dan pergerakan ska gelombang ketiga, yang dimulai pada 1980-an (3rd Wave) dan menjadi populer di Amerika Serikat pada 1990-an. 
Baca Sejarah Musik Ska

Gelombang Pertama Ska ( 1st Wave)


Scene Jamaika asli dari tahun 1960-an, Di antara artis yang membuat musik Ska awal menjadi populer adalah Desmond Dekker, The Skatalites, Byron Lee & the Dragonaires, The Melodians dan Toots & the Maytals. band Ska Banyak juga kemudian bermain musik Reggae, yang muncul kemudian pada tahun 1960.

Gelombang Kedua Ska ( 2sd Wave)


Ska gelombang kedua, atau Two-tone ( 2Tone) adalah gelombang kedua musik ska, yang dibuat di Inggris pada 1970-an. Selanjutnya pada tahun 1979 Jerry Dammers (Personil The Specials)  mendirikan "2Tone Records". Keinginan Dammers layaknya seperti Prince Buster di awal tahun 60′an yaitu menciptakan sesuatu yang baru. Hitam & putih menjadi simbol. Lahirlah yang dinamakan dengan 2Tone Ska. Logo 2Tone yaitu gambar kartun pria berpakaian jas hitam dengan kemeja putih, dasi hitam, topi ‘pork pie’, kaca mata hitam, kaus kaki putih & sepatu ‘loafers’ hitam menjadi logo resmi yang karakternya di beri nama ‘Walt Jabsco’ (diambil dari nama Walt Disney, pendiri film kartun & Jabsco berarti ganja dalam bahasa slang latin).

Walk Jabsco
Diciptakan oleh Dammers sendiri berdasarkan pose Peter Tosh pada sebuah photo awal kelompok The Wailers yang dapat di lihat pada cover album ‘The Wailing Wailer Studio One Realease’. Band yang popular pada era 2tone adalah The Specials, Bad Manners, The Higsons, The Beat and The Bodysnatchers.

Gelombang Ketiga Ska ( 3rd Wave)

 
Keberadaan gelombang ketiga musik ska terdiri dari berbagai bentuk dengan mengkombinasikan hampir setiap jenis musik yang kira-kira dapat dikimpoikan dengan irama ska. Band-band seperti Jump With Joey, Hepcat, Yebo, NY Ska Jazz Ensemble & Stubborn Allstars tetap bermain pada akar ska Jamaika. Operation Ivy, Voodoo Glow Skulls, Mighty Mighty Bosstones, dll. menggunakan energi punk untuk menciptakan ska-core. Regatta 69, Fillibuster, Urban Blight, dll. tetap bertahan pada corak Reggae/Rocksteady beat. Punch The Clown, Undercover S.K.A., dll. mencirikan pengaruh dari gaya 2Tone. Yang menarik adalah band asal Florida, Pork Pie Tribes menggabungkan beat ska dengan musik tradisional Irlandia. Hal lain yang lebih menarik adalah grup band The Brownies yang mencampurkan ska dengan apa saja.

Imej Rude Boy/Rude Girl hadir kembali pada gelombang ketiga, namun kali ini tidak sebagai pemberontak. Tetapi sebagai suporter yang fanatik dengan musik ska. Digelombang ketiga ini juga terdapat hal-hal yang tidak pernah ada pada awal gelombang pertama (beberapa diantaranya ada yang tidak pernah di mengerti) seperti ‘Straight Edge’ dengan Logo ‘X’ ditangan, Boneheads (Skinhead Rasis, Neo Nazi), OI/SKA, Skinhead Against Racial Prejudiced "SHARP,s" (Skinhead Anti Rasis) juga konsep-konsep ’sell outs’.

Straight Edge, Boneheads, SHARP
Ada beberapa aspek diantaranya yang belum berubah: Ska masih menjadi musik kalangan remaja, setiap pertunjukan ska dapat disaksikan oleh segala umur & tidak terlalu mahal untuk mengakomodasikannya. Disamping itu juga ska masih membentuk beat yang unik & harmonis walaupun digabungkan dengan unsur-unsur musik lainnya. & orang-orang pun masih banyak yang menikmatinya. Band ska gelombang ketiga yang popular di antaranya adalah The toaster, Operasi Ivy, The Mighty Mighty Bosstones, No Doubt, Reel Big Fish, fishbone, Less Than Jake, Save Ferris, sublime dan The Aquabats.

Sejarah Musik Ska

Ska (diucapkan / ː skɑ /, Jamaika [skja]) adalah genre musik yang berasal dari Jamaika pada akhir 1950-an, dan merupakan musik pendahulu untuk rocksteady dan reggae. Elemen gabungan mento Karibia dan calypso dengan jazz Amerika dan RnB. Hal ini ditandai dengan garis bass berjalan beraksen dengan irama pada upbeat. Pada awal 1960-an, ska adalah genre musik Jamaika dominan dan populer dengan mods Inggris. Kemudian menjadi populer dengan banyak skinhead.

Sejak tahun 40′an Jamaika telah mengadopsi & mengadaptasi berbagai bentuk musik dari Amerika. Pada saat PD II berakhir, begitu banyak band-band di Jamaika yang memainkan musik-musik dansa. Grup seperti Eric Dean Orchestra dengan trombonisnya Don Drummond & master gitarisnya Ernest Ranglin terpengaruh oleh musisi-musisi jazz Amerika seperti Count Bassie, Erskine Hawkins, Duke Ellington, Glenn Miller & Woody Herman. Ditahun 50′an ketenaran band-band jazz di Amerika digantikan oleh grup-grup yang kecil & cenderung lebih memainkan irama bop/rhythm & blues sound.

Musisi Jamaika yang sering berkunjung ke Amerika terpengaruh & membawa pola permainan musik tersebut ke daerah asalnya. Band-band lokal di Jamaika seperti Count Smith The Blues Blaster, Sir Nick The Champ & Tom The Great Sebastian mulai memainkan gaya baru tersebut. Ditahun 1954, pertunjukan terbesar pertama kali diadakan di kota Kingston tepatnya di Ward Theatre. Band-band tradisional yang memainkan irama mento-folk-calypso ikut ambil bagian & sering sekali band-band tersebut mengisi acara di hotel-hotel yang ada di Jamaika & seputar pulau tersebut. Pada akhir tahun 50′an pengaruh-pengaruh jazz, R&B, & mento (sejenis musik calypso) melebur menjadi satu bentuk baru yang dinamakan ’shuffled’. Irama shuffled memperoleh popularitas berkat kerja keras musisi-musisi seperti Neville Esson, Owen Grey, The Overtakers & The Matador Allstars. Banyak studio & perusahaan rekaman yang mengalami perkembangan & terus berusaha untuk mencari talenta-talenta baru. The Jamaican Broadcasting Corporation pun ikut membangkitkan semangat kepada musisi-musisi muda melalui siaran acara-acara di radio.
Dua orang yang amat berpengaruh dalam perkembangan musik di Jamaika pada tahun 50′an adalah Duke Reid & Clement Seymour Dodd. Bersama istrinya, Duke Reid memiliki toko “Treasure Island Liquor” yang berlokasi di jalan Bond (Bond street). Soundsystem Reid dikenal dengan nama ‘The Trojan’, diambil dari tulisan yang tertera pada truknya. Truk yang biasa digunakan sebagai angkutan barang untuk tokonya. Dodd menamakan soundsystem miliknya ‘Sir Coxsone Downbeat’ yang diambil dari nama pemain kriket asal Yorkshire, Coxsone. Sepanjang akhir dekade, kedua orang tersebut memimpin persaingan dalam bisnis musik. Walaupun Coxsone lebih dekat dengan ‘Ghetto’(perkampungan yang didiami kaum atau kelompok tertentu) Adalah Reid yang dianugerahi sebagai ‘King of sound & blues’ di Success Club (acara penganugerahan) di tahun 1956, 1957, 1958.

Tahun 1962, saat di mana Jamaika sedang gandrung meniru musik-musik Amerika, Cecil Bustamente Campbell yang kemudian dikenal dengan nama ‘Prince Buster’, tahu bahwa sesuatu yang baru amat dibutuhkan pada saat itu. Ia memiliki seorang gitaris yang bernama Jah Jerry yang kemudian bereksperimen di musik dengan menitikberatkan ‘ketukan ‘afterbeat’ ketimbang ‘downbeat’. Hingga pada saat ini ketukan afterbeat menjadi esensi dari singkop (penukaran irama) khas Jamaika. Ska pun lahir. Soundsystem/studio rekaman pun mulai merekam hasi kerja mereka. Dengan tidak memberikan label pada vinyl (piringan hitam) dengan tujuan agar memperoleh

keuntungan diantara para pesaingnya. Sehingga yang lain tidak dapat melihat apa yang dimainkan & ‘mencuri’ untuk sondsystem mereka sendiri.
Perang antar soundsystem pun memuncak hingga pada saat para donatur terancam oleh segerombol orang-orang yang menyebabkan permasalahan. Orang-orang ini dinamakan ‘Dance Hall Crashers’. Meskipun fasilitas Mono Recording yang masih primitif, adalah keteguhan hati dari antusiasnya akan musik ska yang memungkinkan untuk menjadi musik komersil dari Jamaika yang pertama kali. Dan kenyataannya ska dikenal sebagai musik dansa rakyat Jamaika.

Sejarawan musik biasanya membagi sejarah ska menjadi tiga periode: scene Jamaika asli dari tahun 1960-an (1st wave), kebangkitan ska 2tone di Inggris akhir 1970-an (2nd Wave) dan pergerakan ska gelombang ketiga, yang dimulai pada 1980-an (3rd Wave) dan menjadi populer di Amerika Serikat pada 1990-an.

Ska Tradisional. Musisi dan Band:
Di antara artis yang membuat musik ska awal menjadi populer adalah Desmond Dekker, The Skatalites, Byron Lee & the Dragonaires, The Melodians dan Toots & the Maytals. band ska Banyak juga kemudian bermain musik reggae, yang muncul kemudian pada tahun 1960.

Baca..  Perkembangan Musik Ska ( 1st Wave, 2sd Wive, 3rd Wave)

Kamis, 09 Februari 2012

Peron Satoe Rilis debut album FREE YOUR MIND



Dalam album FREE YOUR MIND terdapat enam lagu andalan Peron Satoe diantaranya Scooter Mania, Berikan Aku Waktu, Suara Jalanan, Kamu, Indonesiaku dan Menari.

Belum lama ini, band reggae asal Jakarta, Peron Satoe merilis debut album mereka bertitel FREE YOUR MIND dibawah naungan label Bionik Music. Untuk urusan proses mixing dan mastering, Peron Satoe menyerahkan kepada Royale Music Indonesia.

Dalam album FREE YOUR MIND terdapat enam lagu andalan Peron Satoe diantaranya Scooter Mania, Berikan Aku Waktu, Suara Jalanan, Kamu, Indonesiaku dan Menari.
Nomor Scooter Mania bercerita tentang seseorang yang bangga dengan scooter miliknya walaupun terlihat kotor dan berkarat. Nomor Berikan Aku Waktu bercerita tentang kisah asmara seseorang untuk ungkapkan rasa hati yang telah lama terpendam. Nomor Suara Jalanan berkisah tentang seorang pemuda yang mencari rejeki di jalanan yang begitu keras (pengamen). Nomor Kamu bercerita tentang cinta seseorang yang pergi meninggalkannya. Nomor Indonesiaku bercerita tentang Nasionalisme. Nomor Menari bercerita tentang have fun meskipun keraguan melanda.


Band yang digawangi Nongky (vokal), Uchox (gitar), Ba'Pao (gitar), Patrick (bass), Yoyo (drum) dan Capung (keyboard) dan Nath. E. Manroe itu, dengan mantap mengusung genre reggae yang berhaluan pada Bob Marley, Peter Tosh dan Sublime.
"Peron Satoe terbentuk karena perbedaan. Berawal dari idealisme semu, kami kembali dengan pencerahan dan belajar dibawah bendera komunitas Cakung Unity Komitment yang diprakasai oleh Djegier, Ucox dan Topoy," jelas juru bicara Peron Satoe pada PlasaMSN.

Peron Satoe terbentuk pada 15 Mei 2003 di sebuah warung kopi "Achmadi" di pelataran peron satu, stasiun Cakung, Pulo Gebang Jakarta Timur.
Hingga kini, Peron Satoe tetap aktif dan setia tampil di setiap event dengan mengusung irama reggae serta membawa pesan perdamaian kepada sesama.
(sumber


 
CD DAPAT DI BELI . Jl, Azalea Raya No1a RUko Azalea Harpan Baru Regency.
 atau Hub: 021 93680743

baca biografi Peron Satoe disini

Selasa, 17 Januari 2012

Alpheus - From Creation (2011)

Alpheus - From Creation (2011)
Tracks
01. From Creation
02. Call It A Day
03. We Are Strong
04. Far Away
05. Ultimate
06. Live And Learn
07. In Time
08. Turnaround Ball
09. Keep The Faith
10. Always
11. Do The Ska
12. Inside Out
13. When You Call Me
14. Far Melody
15. Keep The Dub
16. Creation Dub

Download

Sabtu, 07 Januari 2012

[FILM] One Love (2003)


One Love (2003)
| Drama, Romance | 
Seorang musisi Rasta (Kassa : Kymani Marley) bertemu dengan, seorang gadis penyanyi Gereja(Serena : Cherine Anderson), disebuah studio musik di Kingston Jamaika, Mereka saling jatuh Cinta, tetapi tidak mendapatkan persetujuan dari Ayah Serena yang menjadi Pendeta di sebuah Gereja.


One Love (2003) Trailer




Download

(via Torents)

Sabtu, 24 Desember 2011

[Free Download] SoundXinors - Famous Daydreams (2011)



SoundXinors - Famous Daydreams (2011) 

Tracks
01. Politikus
02. Bebaskan
03. Famous Daydreams
04. You're Phenomena
05. Lagu Ombak
06. Let Me Scream
07. Different Way
08. Kawan Lama
09. Reach The sky
10. Surrender


Baca juga Profil Band SoundXinors disini

Sabtu, 26 November 2011

Jacob "Killer" Miller


Jacob Miller Mantan Vokalis Band Inner Circle, Musisi yang sangat populer di Jamaika, bahkan kepopuleranya hanya dibawah seorang Bob Marley,  Jacob sempat ikut bermain dalam Film legendaris Reggae “ROCKERS” bersama beberapa musisi besar Reggae lainnya, Sayang Jacob meninggal  di usia yang masih muda 27 tahun,  akibat kecelakaan kendaraan bermotor  ditahun 1980. Beberapa minggu sebelum mengikuti tour di Amerika Bersama The Wailers & Bandnya Inner Circle untuk mempromosikan album Solonya “Mixed Up Moods” bekerjasama dengan Chris Blackwell (Island Records).

Jacob Matthias Miller lahir di Mandeville, Jamaika bagian Tengah, pada tanggal 4 Mei 1952. dari pasangan  Joan Ashman dan Desmond Elliot. Pada usia delapan tahun ia pindah ke ibukota Jamaika, Kingston. disana ia dibesarkan  oleh kakek dari pihak Ibunya. Di Kingston, Miller banyak menghabiskan waktu di "Studio One" studio musik terpopuler di Jamaika, milik Clement "Coxsone" Dodd. distudio ini dia merekam tiga lagu, lagu pertamanya adalah  "Love is a Message" pada tahun 1968, sayangnya lagu ini tidak terlalu populer, kemudian  Jacob merekam lagu di Studio milik Horace Swabby (Horace Swabby yang kemudian dikenal dengan nama Agustus Pablo, salah satu legenda music Dub). Bersama Augustus Pablo dia merekam lagu-lagu, seperti "Who Say Jah No Dread," "False Rasta," &  "Baby I Love You So" menariknya lagu "Baby I Love You So" menggunakan riddim asli dari Augustus Pablo yang berjudul  "King Tubby's Meets Rockers Uptown". Lagu-lagu ini yang kemudian membuat Jacob semakin terkenal di Jamaika.

Junior Murvin, Bob Marley, Jacob Miller & Chris Blackwell (Island Records)  

Inner Circle 1979

Jacob Miller & Roger & Ian Lewis (FatMan)


Kemudian Roger Lewis pemimpin Band  Inner Circle, mengajaknya untuk menjadi vokalis utama di band Inner Circle, band ini menjadi terkenal setelah bergabungnya Jacob Miller. Mereka menandatangani kontrak dengan Capitol Records pada tahun 1976 dan merilis dua album, selain bermain untuk band Jacob Miller juga sempat membuat beberapa album solo, Album Solo Pertamanya adalah “Tenement Yard” tahun 1976 (album ini kemudian dirilis ulang dengan nama “Dread Dread” ditahun 1978),  kemudian disusul dengan album ” Jacob 'Killer' Miller” tahun 1977, “Wanted” tahun 1978 (album ini kemudian dirilis ulang dengan nama “Meets The Fatman Riddim Section" tahun 1995), “Bald Head Justice” tahun  1978, Ital Christmas (Feat: Ray I) Tahun 1978 (album ini kemudian dirilis ulang dengan nama "Natty Christmas" (with: Ray I) tahun 1978), “Mixed Up Moods” tahun 1979 Album terakhir sebelum kematiannya. 

Album-album Jacob Miller yang dirilis setelah kematiannya :

- Is It War Is It Peace Tahun 1980 (Versi Dub dari Album "Mixed Up Moods")
- Lives On Tahun 1980 (Dirilis ulang dengan nama "I'm Just A Dread" tahun 1994)
- Unfinished Symphony Tahun 1983 (Album ini berisi Kumpulan lagu yang tidak dirilis, yang direkam antara     tahun 70-80an)
- Who Say Jah No Dread Tahun 1992 (Album ini berisi Kumpulan lagu terbaik Jacob Miller)
- The Best Of Inner Circle (Featuring Jacob Miller) Tahun 1992
- King Tubby Meets Jacob Miller In A Tenement Yard Tahun 2006 (berisi beberapa lagu kompilasi & Dub yang tidak pernah dirilis sebelumnya)

Kebanyakan album solo Jacob Miller dibantu oleh  Roger Lewis & Ian Lewis (teman di band Inner Circle), Ketiganya juga dijuluki “The Three FatMan” karena mereka bertiga memiliki berbadan besar. Jacob Miller adalah type orang orang yang mempunyai selera humor tinggi, dia sangat dekat sekali dengan Bob Marley bahkan setiap konser dia selalu memuji Bob Marley sebagai seorang Gurunya. Seperti kebanyakan musisi Reggae lainnya Jacob Miller adalah orang yang sangat kritis terhadap pemerintahan Jamaika, seperti dilagu “Roman Soldiers of Babylon” yang mengkritik usaha-usaha Politriks salah satu partai dalam pemilu 1976 di Jamaika.

Jacob Miller seorang “Pembunuh” di atas panggung, Seorang “Steppin Razor” sayangnya  ia tiada di usia yang masih sangat muda, saat semua orang mulai menyadari kekuatannya.(IM)


Download Album Jacob Miller - Who Say Jah No Dread (1992)

[Free Download] Jacob Miller - Who Say Jah No Dread (1992)



Tracks
01. Keep On Knocking
02. Knocking Version (Dub)
03. False Rasta
04. Hungry Town Scank (Dub)
05. Baby I Love You So
06. King Tubby Meets Rockers Uptown (Dub)
07. Who Say Jah No Dread 
08. Jah Dread (Dub)
09. Each One Teach One
10. Each One Teach One Version (Dub)
11. Girl Name Pat
12. Girl Name Pat Version (Dub)

Produced By Augustus Pablo

Jumat, 18 November 2011

Bob Marley : Football Is Freedom


Football Is Freedom, Bob Marley

     Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa Bob Marley sangat mencintai sepak bola, bahkan konon kematianya, akibat dari penyakit kanker di ibu jari kaki yang diderita sewaktu bermain sepakbola. Padahal menurut saran medis ibu jarinya harus diamputasi karena telah membusuk. Apabila dibiarkan penyakit tersebut akan berujung kematian. Namun Bob Marley mementahkan saran tersebut, karena memotong salah satu bagian tubuh bertentangan dengan kepercayaan Rastafariannya.

     Disela-sela waktunya Bob marley selalu menyempatkan untuk bermain bola, di studio atau saat menjalani rangkaian tour,  bahkan tak jarang Bob Marley  bermain bola dengan beberapa musisi kondang seperti Mick Jagger dan Jimi Hendrix. Ia juga suka menonton sepak bola di tv. Tim favoritnya FC Santos (Brasil) dan Pemain Sepak Bola favoritnya adalah Legenda Sepak Bola Brazil, Pelle.

Backtage

In Studio

 
     Pada 1970 dalam Tour Rio de Janeiro di Brazil, Bob Marley sangat antusias mengikuti street soccer (sepak bola jalanan) bersama beberapa musisi dari label rekaman Ariola, Anak jalanan Brazil, dan Paolo Cesar, pemain timnas Brazil pada Piala Dunia 1970. Sebelum pertandingan dimulai Paolo Cesar memberikan kaos tim Santos FC bernomor punggung 10 yang dikeramatkan karena merupakan simbol legenda sepak bola dunia asal Brazil, Pele.

 Marley & Paolo Cesar

Tour Rio de Janeiro di Brazil

     Majalah sepak bola terbitan Inggris, FourFourTwo edisi Maret 2008, memuat artikel yang mengulas kedekatan Bob Marley dengan atlet sepak bola ternama. Legenda sepak bola profesional Jamaika pada era 1960an-1970an, Allan "Skilly" Cole, adalah salah satu sahabat dekat Bob Marley. Kedekatan mereka terjalin bukan hanya dalam sepak bola, tetapi juga dalam kepercayaan Rastafarian. Aktifitas kepercayaan Rastafarian Cole berimplikasi terhadap karirnya di sepak bola. Puncak implikasi tersebut adalah didepaknya Cole dari klub tempat ia bermain. Banyak temannya berpendapat kalau saja Bob Marley tidak bermusi pasti dia akan sukses menjadi pemain sepakbola yang handal, sebagai gelandang dia sangat cepat dan inovatif.

Marley & Allan "skilly" cole

"Sepak bola adalah keseluruhan keterampilan dalam diri. Seluruh dunia, Seluruh alam semesta itu sendiri. Saya menyukainya karena anda harus terampil untuk memainkannya. Kebebasan, sepak bola adalah kebebasan." Bob Marley.

ketika Kematiannya pun bola kesayangannya turut dikuburkan bersama cincin Lion of Judah, Bibel, dan gitar Gibson Les Paul miliknya.(im)

Selasa, 01 November 2011

[Free Download] Protoje - This Is Protoje (2011)



 


Tracks
01. This Is Protoje
02. The Seven Year Itch
03. Wrong Side Of The Dub
04. Wrong Side Of The Law
05. Haffi Reach
06. No Lipstick
07. Arguments
08. Roll
09. Overtime
10. All Again feat. Keida
11. You Lie (Interlude)
12. Rasta Love feat. Ky-Mani Marley
13. Dread
14. Dub Dread
15. On The Road
16. Rub-A-Dub Soldier Feat. Ky-Mani Marley & Da Professor
17. Growing Up Feat. Gentleman
18. Take Control
19. Our Time Come feat. Don Corleon
20. Aftr I'm Gone
21. JA
22. In The Streets
23. More Music

Featured artists: Ky-Mani Marley, Don Corleon, 
                 Gentleman, Da Professor

  
Protoje - This Is Protoje (2011)

Album gratis dari Protoje Musisi Reggae Asal Jamaika 
untuk para pengemarnya, Dalam Album ini Protoje 
mengandeng DJ Selektah yang juga 
berasal dari Jamaika Yaadcore.

Selasa, 11 Oktober 2011

[New Release] Rastaline - For Our Life (2011)



Rastaline - Love For Our Life (2011)

Track: 
01. Love For Our Life
02. Ingin Tak Ingat Lagi
03. Ini Saatnya
04. Sama Sama Suka
05. Anak Mami
06. Feel
07. Tersenyumlah.



Dengarkan preview lainnya Disini

Untuk Pemesanan Hub:
083838972956 atau
Rastaline
Rp. 20.000 (Belum Termasuk Ongkos Kirim)

Senin, 26 September 2011

Remembering : Peter Tosh "Stepping Razor"


11 September adalah hari 254 tahun (255 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian. Ada 111 hari tersisa sampai akhir tahun. Hal ini merupakan hari pertama tahun dalam kalender Koptik dan kalender Ethiopia

Sedangkan pada tanggal dan bulan yang sama di tahun 1987.  Peter Tosh, Seorang musisi reggae Jamaika meninggal karena dibunuh. Winston Hubert McIntosh atau yang lebih dikenal dengan nama Peter Tosh, lahir di kota kecil Grange Hill (Westmoreland, Jamaika) dari pasangan James McIntosh dan Alvera Coke, ibunya. Sebelum memilih untuk bersolo karir, Tosh merupakan pendiri dan juga anggota inti The Wailing Wailers (1963-1974). Menunjukkan kekuatan integritas pribadi dan artistik, dan menentang dalam  kekuasaan otoriter sifat itulah yang dimilikinya. sifat seorang "Steppin Razor"


Tosh memandang musik bukan sebagai hiburan semata tapi juga penyampaian aspirasi. Secara tidak langsung semangat pemberontakan dalam musiknya telah mengilhami seniman dari semua garis. Sebagai seorang pemberontak untuk sebuah keadilan, sulit baginya untuk menghindari kekerasan-kekerasan yang menimpa dirinya. Beberapa kali Tosh diceploskan ke penjara dan mendapatkan serangan brutal dari pihak berwenang. Setelah keluar dari The Wailing Wailers, Tosh melanjutkan dengan bersolo karir, dan mendapatkan Grammy Award for Best Reggae Performance untuk album "No Nuclear War".  

Pada tanggal 11 September 1987, tepat setelah Tosh kembali ke rumahnya di Jamaika. Tiga orang datang ke rumahnya meminta uang. Tosh menjawab bahwa ia tidak memiliki apapun tapi para perampok tidak percaya padanya. Seorang dari perampok itu adalah Leppo 'Dennis Lobban merupakan teman lama Tosh, menembakkan pistol tepat dikepala Tosh. Dennis Lobban dijatuhi hukuman mati, namun hukumannya itu diringankan selama tahun 1995 dan ia tetap di penjara.

"So there'll be no more 
Police brutality 
No more disrespect 
For humanity"_Bush Doctor| Peter Tosh

Jamaika telah kehilangan sang legendaris juga revolusioner
tapi Tosh tidak akan pernah mati, dia selalu hidup disetiap karya2nya.

Peter Tosh - Igziabeher (1976)

Sabtu, 24 September 2011

 
Photobucket
Photobucket